Halal Haram Produk Makanan dan Kesehatan hanya di mulut saja

Kalau dikaji perkara halal haram sekarang, aplikasi di lapangan telah jauh menyimpang sehingga hanya seperti slogan di mulut saja.
Hal ini bisa dibuktikan dari berbagai segi :
1. Agamawan
Dalam kitab Al Quran telah jelas disebutkan, tentang larangan memakan sesuatu yang haram. Para penceramah baik ustad, atau ulama sering memberi kajian halal haram ini. Namun kalau ditanya sudahkah kajian halal haram ini benar-benar diaplikasikasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari hari. Saya berani mengatakan karena saya mencoba melihat efek dari suatu hukum, setelah menerapkannya.
Yang namanya tipuan, jarang terlihat, hanya dengan pandangan mata jernih secara lahir batin kita dapat melihat hakikat sesuatu. Rata-rata pengaruh sistim pendidikan generasi bangsa kita sekarang yang terlalu didominasi oleh keilmuan dari negeri Barat, sehingga terlalu mudah percaya akan sesuatu tanpa mengkaji akibatnya. Contohnya saja dalam segi halal haram pada makanan yang berkemasan. Kadangkala banyak yang tidak tahu bahwa arus globalisasi sekarang menyebabkan negara kita yang miskin filter penyaring menjadi negara sampah tempat buangan produk luar negeri. Atau negara sampah tempat memproduksi makanan yang murah namun tidak jelas halal haramnya.
 sementara para ustad atau penceramah sibuk memberikan materi ceramah tentang Halal Haram Namun semua itu sebenarnya hanya di mulut saja sebab kalau kita kaji lebih mendalam Sudahkah para ustad atau penceramah tersebut  menyaring atau men filtermakanannya sendiri dan keluarganya.  hampir dapat dikatakan 90% orang sekarang tidak tahu dari mana sumber makanan serta apa kandungan makanan yang mereka makan.  jadi sudah jelas para ustad atau penceramah sekarang telah tertipu itu karena banyaknya metode dakwah yang hanya mengandalkan teori dan baca buku tanpa mendapat ruh agama itu sendiri.

No comments